Keadaan Darurat: 622112345678
Tak Lagi Sendirian, Kilau Dampingi Ainiya Berjuang ke RSHS

Tak Lagi Sendirian, Kilau Dampingi Ainiya Berjuang ke RSHS

Stop Dengarkan

2025-12-20 07:17:42

Author: admin kilau

Kategori: kesehatan

“Aku beneran nggak nyangka, ternyata perjuangan panjang itu tepat ada di depan mataku.”


Kalimat itu muncul dari Livi, relawan Kilau Indonesia, saat Kamis (11/12) di Sumedang ia bertemu langsung dengan Ibu Neni dan Ainiya. Di hadapanku, seorang ibu dengan tatapan lelah tapi penuh harap, menggenggam erat tangan anaknya yang sejak kecil berjuang melawan Cerebral Palsy. Setiap gerak Ainiya bukan hal yang mudah, tapi senyumnya tetap ada seolah memberi tahu bahwa ia belum menyerah.


Pada hari itu, Kilau Indonesia melalui program Berbagi Sehat menyalurkan bantuan kesehatan untuk Ainiya sebagai bagian dari Pendampingan Pasien Lanjutan. Bantuan ini disiapkan untuk mendukung proses pengobatan Ainiya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang dijadwalkan pada Senin, (15/12).


Bagi keluarga Ainiya, perjalanan ke RSHS bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga perjalanan mental dan emosional. Biaya, tenaga, dan waktu menjadi tantangan yang terus menghampiri. Di sinilah pendampingan menjadi penting, bukan hanya soal bantuan materi, tapi juga tentang memastikan mereka tidak berjalan sendirian.


Yang paling berat bukanlah rasa lelah, melainkan ketakutan kalau suatu hari langkah ini harus berhenti di tengah jalan. Kalimat sederhana itu menggambarkan betapa panjang dan sunyinya perjalanan yang harus mereka tempuh, penuh harap sekaligus kecemasan yang terus dipeluk dalam diam.


Melalui program Pendampingan Pasien Lanjutan, Kilau Indonesia berupaya hadir lebih dekat, menemani setiap langkah pasien dan keluarga. Mulai dari proses rujukan, pengobatan lanjutan, hingga penguatan mental keluarga. Karena bagi Kilau, sehat bukan hanya tentang sembuh, tapi juga tentang ditemani.


Pertemuan singkat di Kamis itu meninggalkan kesan yang dalam. Tentang seorang anak yang terus berjuang, seorang ibu yang tak pernah berhenti berharap, dan tentang kemanusiaan yang tumbuh ketika kita memilih untuk peduli.


Perjalanan Ainiya ke RSHS pada Senin mendatang menjadi babak lanjutan dari perjuangan panjangnya. Dan kali ini, ia tidak sendiri.