Keadaan Darurat: 622112345678
Lansia Perlu Sehat, Aktif, dan Tetap Terpantau

Lansia Perlu Sehat, Aktif, dan Tetap Terpantau

Stop Dengarkan

2026-06-15 06:41:43

Author: Kilau Indonesia

Kategori: kesehatan

Memasuki usia senja, tubuh mengalami banyak perubahan. Namun menjadi lansia bukan berarti harus selalu sakit atau tidak berdaya. Menurut WHO, penuaan yang sehat berarti tetap mampu menjalani aktivitas yang penting bagi kehidupan sehari-hari. Pada usia lanjut, seseorang juga lebih sering mengalami beberapa masalah kesehatan sekaligus, sehingga pemeriksaan rutin menjadi sangat penting.



Kemitraan Kesehatan Sangat Membantu Lansia

Pelayanan kesehatan untuk lansia akan lebih kuat jika dilakukan bersama-sama. Karena itu, kemitraan antara lembaga sosial dan fasilitas kesehatan menjadi sangat penting. Contohnya, kegiatan Aksi Berbagi Sehat yang dilaksanakan Kilau Indonesia Cabang Sumedang bersama UPTD Puskesmas Rancakalong di Desa Sukamaju, Sumedang. Kegiatan seperti ini membantu masyarakat lanjut usia mendapatkan pemeriksaan dasar, konsultasi dokter, dan obat secara lebih mudah dan dekat dengan tempat tinggal mereka.


Penyakit yang Paling Sering Muncul pada Lansia

WHO mencatat bahwa masalah kesehatan yang sering muncul pada usia lanjut antara lain gangguan pendengaran, katarak dan gangguan penglihatan, nyeri punggung dan leher, osteoarthritis, penyakit paru kronis, diabetes, depresi, dan demensia. Pada usia lanjut, beberapa penyakit ini juga sering muncul bersamaan, sehingga kondisi lansia perlu dipantau secara menyeluruh, bukan hanya satu keluhan saja.


Tekanan Darah Tinggi dan Penyakit Jantung

Tekanan darah tinggi adalah masalah yang sangat sering ditemukan pada usia lanjut. Kondisi ini berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan masalah kesehatan lain. Risiko hipertensi juga meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga lansia sebaiknya rutin memeriksa tekanan darah meskipun merasa tubuhnya baik-baik saja.


Diabetes dan Kolesterol Tinggi

Di usia senja, diabetes dan kolesterol tinggi juga sering menjadi masalah. Keduanya dapat berjalan tanpa gejala yang jelas pada awalnya, tetapi dalam jangka panjang bisa merusak pembuluh darah, jantung, ginjal, mata, dan saraf. Karena itu, cek gula darah dan kolesterol secara berkala sangat penting, terutama bagi lansia yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, berat badan berlebih, atau pola makan kurang sehat.


Nyeri Sendi, Osteoarthritis, dan Tulang Rapuh

Keluhan pegal, lutut sakit, pinggang nyeri, dan sulit bergerak sering muncul pada lansia. Salah satu penyebab tersering adalah osteoarthritis, yaitu gangguan pada sendi yang membuat gerak menjadi kaku dan nyeri. Selain itu, tulang juga bisa makin rapuh seiring bertambahnya usia, sehingga lansia lebih mudah jatuh dan mengalami cedera.


Gangguan Penglihatan dan Pendengaran

Banyak lansia mulai sulit melihat jelas, terutama karena katarak atau gangguan refraksi. Pendengaran juga sering menurun dengan usia. Masalah ini kadang dianggap biasa, padahal dampaknya besar: lansia bisa sulit berkomunikasi, mudah salah paham, kehilangan kepercayaan diri, bahkan lebih berisiko jatuh karena tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya.


Mudah Jatuh dan Cedera

Jatuh adalah salah satu risiko kesehatan paling serius pada lansia. CDC menyebut jatuh sebagai penyebab cedera paling utama pada orang usia 65 tahun ke atas, dan lebih dari 1 dari 4 lansia dilaporkan jatuh setiap tahun. Karena itu, latihan keseimbangan, penguatan otot, penggunaan alas kaki yang aman, dan pengaturan rumah yang lebih ramah lansia sangat penting untuk pencegahan.


Penurunan Daya Ingat, Demensia, dan Depresi

Sering lupa ringan bisa terjadi pada proses penuaan, tetapi demensia bukan bagian normal dari penuaan. Demensia dapat mengganggu kemampuan berpikir, mengingat, memahami, dan mengambil keputusan. Selain itu, depresi pada lansia juga perlu diperhatikan karena sering tidak disadari keluarga. Bila lansia mulai mudah bingung, sulit berkomunikasi, murung berkepanjangan, atau menarik diri dari lingkungan, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.

Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Lansia

Menjaga kesehatan lansia tidak harus rumit. Yang penting adalah konsisten. Lansia dianjurkan tetap bergerak aktif, makan bergizi seimbang, cukup minum, tidur cukup, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan melakukan pemeriksaan rutin. NIA menekankan pentingnya kombinasi aktivitas aerobik, latihan penguatan otot, dan latihan keseimbangan bagi orang lanjut usia. Sementara itu, MedlinePlus menjelaskan bahwa lansia sering membutuhkan kalori lebih sedikit, tetapi tetap harus cukup zat gizi, dan sebagian orang lanjut usia memerlukan asupan protein lebih banyak.


Kesehatan lansia perlu dijaga sejak dini dan dipantau secara rutin. Penyakit pada usia senja memang sering muncul, tetapi banyak yang bisa dikendalikan bila terdeteksi lebih awal. Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala, dukungan keluarga, pola hidup sehat, dan kemitraan layanan kesehatan di masyarakat adalah kunci agar lansia tetap sehat, nyaman, dan bermartabat di masa tuanya.